112. Shopping.

Imelda mengabari Lorna dan menunggu di tempat mereka akan membeli custom untuk keperluan syuting Dewa. Setengah jam kemudian. Grace, Rahma, Titi, Komang, serta Lorna dan Dewa sudah sampai di tempat yang dimaksudkan Imelda.
Dewa dan Lorna sibuk mencocokkan ukuran pakaian oleh bagian penata rias. Custom untuk Dewa sudah disiapkan terlebih dulu saat mereka di perjalanan. Saat Dewa datang hanya tinggal mencocokkan ukuran. Mereka sudah terbiasa sehingga tak membutuhkan waktu lama. Setelah itu mereka melanjutkan ke lokasi syuting.
Lorna mengajak Grace dan Rahma ke mesin anjungan uang tunai. Ketiganya masuk ruang ATM yang tak jauh dari tempat Dewa mengukur pakaian.
"Batasan kartuku sehari hanya lima puluh. Tolong nomer rekeningmu. Kemarin kan aku sudah bilang kamu untuk mengirim nomer rekeningmu dengan sms, supaya bisa kulakukan transfer lewat hape, " kata Lorna kepada Rahma.
"Sori, lupa!"
Grace membawakan tas besar Lorna sementara Lorna sedang melakukan transfer uang ke rekening Rahma.
"Kutransfer lima puluh dulu ya buat reuni."
"Itu sudah banyak, Na!"
"Kalau kelebihan kita kembalikan," sela Grace menambahkan.
"Hus. Sudahlah jangan diributkan!" Lorna juga tak mau kalah.
Rahma memasukan nomer rekeningnya setelah Lorna mengisi angka nominal lima puluh juta. Waktu yang dibutuhkan hanya sebentar. Lalu dengan kartu yang lain Lorna menarik tunai.
"Kalian pegang uang ini ya? Nanti buat keperluan kalian di sini," kata Lorna.
Rahma mau mengatakan sesuatu, namun segera dicegah Lorna.
"Jangan komentar. Ambil saja!"
"Tapi, untuk reuni besar sekali."
"Aku bilang jangan komen."
Uang tunai yang keluar sebesar lima juta segera diambil Rahma yang kemudian diteruskan ke Grace.
"Masukkan ke dompetmu. Aku nggak bawa dompet," kata Rahma.
Setelah itu ketiganya keluar dari gerai ATM. Mereka melihat Dewa sedang membeli beberapa jenis kaos di tempat penjualan pakaian souvenir ditemani Komang. Dewa tak mengatakan apa pun kepada Lorna tentang kaos yang dibelinya.
"Sudah?" tanya Dewa kepada Lorna.
"Imel sudah berangkat?" tanya Lorna.
"Sudah!"
Rombongan Imelda sudah berangkat lebih dahulu, saat Lorna pergi ke gerai ATM. Sesaat rombongan Lorna lalu mulai berangkat menyusul. Dewa duduk di depan. Lorna bertiga di tengah. Titi berada di belakang.
"Sampai jam berapa syutingnya?" tanya Grace.
"Lorna inginnya cepat selesai. Kita usahakan pengambilan gambar bisa lebih cepat selesai," kata Lorna kepada Dewa.
"Kurasa begitu. Tak ada yang sulit."
"Baguslah kalau Dewa bisa mengukurnya," kata Lorna seraya memberikan naskah kepada Dewa.
"Ini kalau Dewa mau baca lagi."
"Thanks!" jawab Dewa.
Dewa membaca kembali naskah selama dalam perjalanan. Sementara Lorna sibuk berkomunikasi dengan Imelda dan Erwin, sutradaranya.
"Aku nonton saja, ya?" tanya Grace.
"Diamlah, Grace!" potong Rahma, "Mereka lagi sibuk baca skenario!"
Grace tersenyum lalu diam.